Dalam hidup ini, kita akan bertemu banyak orang.
Sebagian cuma mampir.
Sebagian lain menetap… jadi teman.
Tapi teman bukan soal yang paling sering ketawa bareng,
atau yang selalu bilang βIyaβ waktu kita ngeluh.
Teman itu yang… tetap ada meski kita lagi gak asik-asiknya.
Semua orang suka cerita lucu.
Tapi gak semua orang kuat denger cerita capek lo yang gak lucu.
Teman sejati?
Dia duduk, gak banyak komentar. Tapi matanya bilang:
βGue di sini. Lanjut cerita lo.β
Also Read: THE FUNTASTIC FOUR: Hari Terakhir di Bandung
Kadang yang kita butuh bukan solusi.
Cuma telinga.
Dan teman itu… dia jadi telinga tanpa ngasih penilaian.
Kita gak harus punya hobi sama.
Gak harus satu circle, satu selera kopi, atau satu zona waktu.
Tapi kalau lo jatuh dan dunia rasanya nge-zoom out,
teman itu muncul di frame, bawa energi, bukan drama.
Teman sejati bukan yang selalu hadir tiap saat.
Tapi yang lo tau: kalau lo butuh, lo tinggal panggil. Dan dia balik arah.
Teman itu pengingat.
Saat lo mulai mikir diri lo gak cukup, dia bilang,
βLo udah cukup, bahkan waktu lo belum sadar.β
Teman itu kayak cermin yang ngasih lihat lo dari sudut yang lebih jujur,
tapi gak bikin lo minder.
Jangan tunggu ada alasan untuk bilang makasih.
Jangan cuma inget pas butuh.
Kadang ucapan sederhana seperti,
βThanks ya, udah tetap di sini…β
itu bisa bikin mereka tahu bahwa keberadaan mereka gak sia-sia.Also Read: THE FUNTASTIC FOUR: BRAGA
Teman sejati itu bukan soal frekuensi, tapi soal ketulusan.
Yang walau jarang update kabar, lo tahu:
Dia bagian dari hidup lo yang gak tergantikan.
Peluk mereka lewat kata.
Rayakan mereka lewat kehadiran.
Dan kalau lo sempat kehilangan satu, doakan yang baik.
Karena teman yang tulus⦠gak pernah benar-benar pergi.
di video motivasi ini, sobat gue Sani akan sharing tentang teman. Dengerin deh motivasi dari sobat gue ini
