Siang ini aku dapat kejutan manis: segelas kopi Aren Latte dari sahabatku tercinta. Katanya biar aku tetap melek menghadapi kenyataan – dan juga menghadapi deadline tugas yang tak kenal kasihan.
Ini dari “Kopi Rindumu” – rasanya manis, hangat, dan bikin deg-degan. Kalau kalian tanya kenapa deg-degan? Ya soalnya kalau aku sampai ketahuan bawa kopi ke kelas, bisa-bisa trainer melotot ini wkwkwkk
Bayangkan sahabatku lagi serius belajar di kelas, mencatat rumus-rumus hidup (dan rumus marketing juga), sementara aku di luar kelas meneguk kopi ini perlahan-lahan. Tiap tegukan seperti bisikan lirih:
“Rindumu di setiap teguk…”
Also Read: THE FUNTASTIC FOUR: Hari Terakhir di Bandung
Jangan cemburu, ya. Aku bukan selingkuh sama kopi. Ini murni pengalihan rasa rindu.
Aku juga mau bilang terima kasih, Sahabat. Di saat teman lain hanya kasih like di story, kamu kasih kopi beneran. Di saat yang lain hanya bilang “Semangat ya!”, kamu benar-benar memastikan aku semangat—dengan kafein dosis ekstra.
Aku nggak tahu nanti kalau aku kebanyakan minum kopi ini, apakah aku bisa ngerjain kerjaan yang banyak dengan lebih cepat. Tapi yang pasti: kopi ini bikin hariku lebih hangat, lebih lucu, dan lebih bersahabat.
Jadi lewat tulisan ini aku mau bilang:
“Terima kasih, Sahabatku. Kopi ini bukti nyata bahwa kamu tak cuma teman, tapi juga teman rasa. Rasa kopi, rasa manis, dan rasa rindu yang tak pernah basi.”
Dan untuk kamu yang masih duduk manis di kelas: jangan iri ya kalau aku duluan ngepost ini. Nanti gantian aku yang beliin kamu kopi. Tapi sabar ya. Aku lagi nabung. Wkwkwk
Tagline hari ini:
“Rindumu di setiap teguk — kopi persahabatan yang tak akan pernah habis meski di-ice-kan.”
Terima kasih sudah jadi sahabat terbaik. Sungguh, hidupku lebih nikmat — dengan kamu di sampingku (dan kopi di tanganku).
catatan dari ruang Pelanggan. I like Monday 7.7.2025 13.57 WIB