AD PLACEMENT

Tentang Shalat Dhuha, Persahabatan, dan Janji Kecil Kita

AD PLACEMENT

Beberapa malam yang lalu, gue duduk bareng sahabat gue.
Bukan di kafe mewah atau tempat fancy, cuma di teras rumah sambil minum teh dan ngobrol receh tentang hidup. Tapi entah kenapa, obrolan itu—biasa aja bentuknya—tapi dalam banget maknanya.

Sahabat gue waktu SMA dia tuh rajin banget shalat Dhuha.
Jam istirahat yang buat sebagian orang dipakai buat ke kantin, dia kadang justru ke musholla.
Tapi sekarang, setelah bertahun-tahun muter di dunia yang capek, ternyata… yang kayak gitu justru yang gue rindukan.


“Gue Pengen Mulai Lagi…”

Dia bilang gini:

“Gue udah lama gak konsisten Dhuha. Padahal dulu, itu waktu gue ngobrol paling tenang sama Allah.”

Gue diem. Terpukul juga. Karena ternyata, gue juga sama.
Tau itu baik, tapi sering ke-skip. Tau itu menenangkan, tapi kalah sama notifikasi.

Lalu gue bilang:

“Gimana kalau kita bikin program kecil, saling ingetin? Tiap pagi, chat pendek aja: ‘Dhuha bro.’ Gak harus panjang, yang penting nyata.”

Dan dia langsung jawab:

“Gas! Kita gak harus ngajak dunia. Cukup saling jaga satu sama lain dulu.”


Kolaborasi Kebaikan Kecil

Kita nggak bikin gerakan besar.
Nggak ada komunitas, nggak ada zoom meeting.
Cuma dua orang temenan yang sepakat buat saling tarik-tarikan ke arah yang lebih baik.

Kadang hidup tuh bukan soal siapa yang paling dulu sampai. Tapi siapa yang gak ninggalin lo pas lo mulai lelah.


Dhuha: Bukan Cuma Tentang Shalat

Ini bukan tentang ibadah doang.
Tapi tentang ruang kecil di hari kita, yang bisa bikin hati jadi adem lagi.
Dan tentang rasa syukur kita, buat sahabat-sahabat yang gak cuma hadir pas seneng, tapi juga ikut bantuin kita berdamai sama diri sendiri….


Kalau Kamu Punya Sahabat Seperti Itu…

…tolong jaga dia baik-baik.
Karena gak semua orang beruntung bisa punya seseorang yang ngingetin kamu buat shalat, bukan sekadar buat nongkrong.

Dan kalau belum punya?
Mungkin kamu bisa mulai jadi orang pertama yang ngingetin.


“Kebaikan itu menular. Tapi harus ada yang mulai duluan.”
Semoga cerita kecil ini bisa jadi awal dari gerakan sunyi:
yang saling jaga, saling rangkul, dan saling jadi pengingat untuk tetap berjalan menuju cahaya.

Selepas ngobrol malam itu, akhirnya kita makan nasi goreng bareng teman-teman yang lain. Thanks berat sobat! Jangan lelah buat ingetin gue ya…

#DhuhaBareng
#SahabatUntukAkhirat
#KebaikanItuRameRame

AD PLACEMENT
You might also like
THE FUNTASTIC FOUR: Hari Terakhir di Bandung

THE FUNTASTIC FOUR: Hari Terakhir di Bandung

THE FUNTASTIC FOUR: Malam Kedua di Bandung

THE FUNTASTIC FOUR: Malam Kedua di Bandung

THE FUNTASTIC FOUR: Tangkuban Perahu

THE FUNTASTIC FOUR: Tangkuban Perahu

THE FUNTASTIC FOUR: BRAGA

THE FUNTASTIC FOUR: BRAGA

THE FUNTASTIC FOUR: Perjalanan ke Bandung

THE FUNTASTIC FOUR: Perjalanan ke Bandung

THE FUNTASTIC FOUR: Expedisi ke Bandung

THE FUNTASTIC FOUR: Expedisi ke Bandung

AD PLACEMENT