Hai Sobat,
Gua mau cerita salah satu part dari caraka malam itu. Caraka adalah salah satu kegiatan jalan malam menelusuri rute yang sudah disiapkan dengan melalui pos-pos sebagai bagian dr pembinaan mental.
DIsetiap pos, ada pertanyaan yang harus dijawab peserta caraka dengan menyebut kode sandi yang sudah disiapkan. Ada 5 pos yang di tuju dan dijaga oleh panitia. Disamping panitia juga ada 2 orang lokal yang membantu caraka tersebut sebagai antisipasi apabila ada peserta yang keluar jalur yang sudah ditetapkan. Ngga kebayang kan kalau tiba-tiba peserta nyasar dan susah ditemukan di area hutan?
SIngkat kata, gua kebagian pos pemberangatan untuk melepas satu-satu peserta menuju pos pertama. Sebelum diberangkatkan ke pos 1, peserta wajib minum jamu pahit yang sudah disediakan. Wah macam-macam reaksi peserta. Ada yang muntah, ada yang kaget karena awalnya dikira teh, ada yang biasa aja.
Satu-satu peserta dilepas. Peserta pertama dilepas diarahkan ke jalan yang menuju pos 1 tanpa bantuan penerangan seperti senter. Wah ini peserta langsung teriak setelah 25 meter jalan ke pos satu dan tidak sanggup lanjut. Akhirnya peserta pertama kembali ke pos pemberangkatan dan menenangkan diri terlebih dahulu. Sambil menenangkan diri, dikuatkanlah untuk lebih berani menghadapi tantangan. Harus mempunyai mental baja untuk mencapai tujuan. Namun pada akhirnya peserta ini pun dapat kekuatan dan keberanian untuk mencoba kembali dan akhirnya berhasil menyelesaikan caraka dengan selamat hingga di pos terakhir.
ADa peserta lain ditengah pemberangkatan. Dia menyampaikan bahwa dia mempunya kondisi panic attack yang parah. Apabila sedang kondisi panik, maka akan hilang kontrol diri sehingga akan membahayakan dirinya. Melalui HT, gua sampaikan kondisi peserta ini ke team panitia yang berjaga malam itu. Keputusan dibuat bahwa dia harus tetap berangkat. Akhirnya gua kuatin peserta ini. Coba sambil dzikir untuk melawan panic attacknya. Sama seperti gua kalau berenang selalu sambil dzikir untuk menghadapi ketakutan di dalam air dan terapi stress pikiran. Akhirnya peserta itu pun dengan kawalan monitoring ketat panitia, bisa menyelesaikan caraka dengan sukses. Di akhir acara, dia sampaikan trik dzikir bisa lebih menenangkan dirinya untuk melewati setiap pos. Apalagi di pos 4 ada pocong yang membuatnya bisa mengontrol dirinya.

DAn kalau bisa memberikan medali di sesi caraka ini, maka pilhan gua:
MEdali Perunggu

Jatuh kepada peserta pemberangkatan pertama yang bisa mengatasi rasa takut dan mempunya keberanian untuk mengalahkan ketakutannya sehingga mempunyai mental baja. Kebetulan dia perempuan, namun mental untuk mengatasi rasa takut itu yang membuat kemenangan diri jadi lebih nyata. Tidak mudah untuk mencoba mengulang kembali keberaniaan itu, tapi akhirnya dia bisa. Appreciate untuk semangat mendobrak mental bloknya.
Medali perak

Selamat buat kamu yang bisa mengatasi panic attack nya. Teruskan dzikir mengisi piiranmu untuk mengatasi kepanikkan yang terjadi. Semoga bisa mengurangi dan menyembuhkanmu di suatu saat nanti. Jangan panik nanti kalau ketemu pelanggan yang suka complain. Hadapi aja dengan tenang mas. Kamu pasti bisa.
MEdali Emas.

Walaupun kamu sempat muntah-muntah minum jamu pahitnya, di mataku kamu tetap juaranya dek. Terus menjadi yang terbaik. Sukses buatmu nanti mengarungi tantangan pekerjaan yang tidak mudah. Tetap rendah hati.
Dan selamat buat teman-teman semua. Semoga caraka ini bisa membuatmu siap menghadapi tantangan di lapangan nanti.
Selamat berjuang kawan-kawan. Sampai berjumpa di puncak kesuksesan!